Sastra Bali merupakan salah satu khazanah kesusastraan Nusantara.
Seperti kesusastraan umumnya, sastra Bali ada yang diaktualisasikan
dalam bentuk lisan (orality) dan bentuk tertulis (literary). Menurut
katagori periodisasinya kesusastraan Bali ada yang disebut Sastra Bali
Purwa dan Sastra Bali Anyar. Sastra Bali Purwa maksudnya adalah Sastra
Bali yang diwarisi secara tradisional dalam bentuk naskah-naskah lama.
Sastra Bali Anyar yaitu karya sastra yang diciptakan pada masa
masyarakat Bali telah mengalami modernisasi. Ada juga yang menyebut
dengan sebutan Sastra Bali Modern.
Sastra Bali sebelum dikenal adanya kertas di Bali, umumnya ditulis di
atas daun lontar. Karena ditulis di atas daun lontar, "buku sastra" ini
disebut dengan "lontar". Memang ada bentuk tertulis lainnya, seperti
prasasti, dengan menggunakan berbagai media seperti batu dan lempengan
tembaga, namun tidak terdapat karya Sastra Bali ditulis di atas bilah
bambu, kulit binatang, kayu, kulit kayu. Belakangan setelah dikenal
kertas, penulis karya sastra Bali menuliskan karyanya di atas kertas,
bahkan sudah banyak diketik.
Bahasa yang digunakan untuk menulis Sastra Bali ada tiga jenis yaitu
Bahasa Jawa Kuna (Kawi Bali), Bahasa Jawa Tengahan, Bahasa Bali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar